tailor elegant

SERAGAM TARI ZAPIN





Tari zapin adalah sebuah tari tradisional khas Riau yang dianggap sebagai buah akulturasi budaya Arab dan budaya Melayu di masa silam. Tarian ini merupakan tari berpasangan yang dipentaskan dalam beragam acara hiburan rakyat. Bukan hanya di Riau, tari zapin juga dikenal oleh sebagian masyarakat Melayu yang tersebar lintas pulau hingga lintas negara, seperti Kalimantan, Sumatera, Malaysia, Singapura, hingga Brunai Darussalam. Populernya tari zapin dalam komunitas masyarakat Melayu tidak lepas dari nilai hiburan dan estetika yang dimiliki setiap gerakannya.


Gerakan tari Zapin Melayu terbagi atas 3 bagian utama, yaitu gerak pembuka (salam), gerak inti, dan gerak penutup (tahto). Jika dirinci kembali, ketiga bagian utama tersebut terbagi lagi kedalam 19 gerakan yang antara lain gerak hormat pembukaan, gerak sembah, gerak alip biasa, gerak bunga alip, gerak pusing, gerak siku keluang, gerak sud mundur, gerak pecah delapan, gerak sud mundur, gerak pecah delapan, gerak geliat, gerak pusing jadi, gerak tongkah, gerak ayam patah, gerak seribut, gerak pecah delapan sud, gerak minta tahto, gerak tahto, dan diakhiri dengan gerak sembah kembali.






Ada 2 elemen yang mengiringi pertunjukan tari Zapin. Keduanya yaitu tetabuhan alat musik dan syair melayu yang dinyanyikan sebagai pesan moral. Khusus untuk tari Zapin yang murni berasal dari budaya Arab, hanya ada 2 alat musik yang digunakan untuk mengiringinya, yaitu Marwas dan Gambus. Sementara tari zapin yang telah mengalami akulturasi dan perkembangan kerap ditampilkan dengan iringan orkestra beberapa alat musik, seperti gambus, akordeon, rebana, gendang, gitar, dan marwas. Adapun untuk syair lagu yang dinyanyikan untuk mengiringi tarian ini umumnya adalah lagu-lagu yang diciptakan oleh Tengku Mansor seperti Lagu Ya Salam, Gambus Palembang, Tanjung Serindit, Sri Pekan, Yale-Yale, Lancang Kuning, dan Lancang Daik. Sebelum lagu yang diciptakan Tengku Mansor tersebut ada, tari zapin kerap diiringi oleh lagu-lagu yang telah lama ada, seperti Pulut Hitam, Nasib Lancang Kuning, Bismillah, Lancing Balai, Anak Ayam Patah, Sanaah, Saying Sarawak, Zapin Asli, Gendang Rebana, dan lain lain. Lagu-lagu inilah yang menjadi sumber pesan moral dalam pertunjukan tari Zapin. 4. Setting Panggung Sebelum tahun 1960-an tari Zapin sebetulnya hanya boleh dipentaskan oleh para pria secara berkelompok. Namun, seiring perkembangannya, tarian ini lahir ke dalam beberapa versi. Salah satu yang paling populer misalnya versi tari berpasangan antara penari pria dan penari wanita. Dalam pertunjukannya sendiri, jumlah penari yang ada dalam satu panggung tidak dibatasi.
Di Kalimantan Barat, tari Zapin lebih dikenal dengan nama tari Jepin. Tari Jepin merupakan salah satu dari lima kesenian yang hingga saat ini masih sering dipentaskan oleh masyarakat Kalimantan Barat. Keempat kesenian lainnya adalah Tanjidor, Tari Dayak, Tari Melayu, dan Barongsai. Tari Jepin dapat dibedakan menjadi dua kategori besar, yaitu Jepin tradisional dan Jepin modern. Tari Jepin tradisional sendiri masih dapat dibagi lagi menjadi empat jenis, yaitu Jepin Massal, Jepin Tali, Jepin Tembung, dan Jepin Lembut. Sementara itu, Jepin modern memiliki kreasi yang sangat beragam. Adapun jenis tari Jepin yang lebih sering dipentaskan dan dilombakan hingga saat ini ialah tari Jepin Lembut.

Zapin berasal dari bahasa arab yaitu "Zafn" yang mempunyai arti pergerakan kaki cepat mengikut rentak pukulan. Diperkirakan berasal tarian khusus di kalangan istana kasultanan dari Yaman timur tengah di masa silam, Zapin merupakan khazanah tarian rumpun Melayu yang mendapat pengaruh Arab. Tarian tradisional ini bersifat edukatif dan sekaligus menghibur, digunakan sebagai media dakwah Islamiyah melalui syair lagu-lagu zapin yang didendangkan.


Musik pengiringnya terdiri atas dua alat yang utama yaitu alat musik petik gambus dan tiga buah alat musik tabuh gendang kecil yang disebut marwas. Sebelum tahun 1960 tepatnya pada abad 16 para saudagar arab memperkenalkan tarian ini di sekitar selat malaka.Tarian ini kemudian mengalami alkulturasi dengan budaya lokal dengan menyisipkan nilai dan norma melayu dalam setiap gerakannya. Tarian Zapin awanya hanya ditarikan oleh penari laki-laki namun kini sudah biasa ditarikan oleh penari perempuan bahkan penari campuran laki-laki dengan perempuan.

Tari Zapin sangat ragam gerak tarinya, walaupun pada dasarnya gerak dasar zapin-nya sama. Setiap gerakan Tarian zapin mengandung filosofi yang berkaitan erat dengan poa hidup masyarakat meayu .meskipun tarian zapin awal hanya sekedar hiburan semata namun pada perkembangannya tarian zapin menjadi ikon kemanjuan kebudayaan melayu Riau. Kentalnya pengajaran dalam setiap irik dan syair dalam tarian zapin yang mengandung nilai nilai pendidikan dan keagamaan menjadikan ciri khas tersendiri yang menyatu dengan kebudayaan melayu. Tarian zapin biasanya ditarikan oleh para penari - penari yang berasal dari rakyat di pesisir timur dan barat Sumatera, Semenanjung Malaysia, Sarawak, Kepulauan Riau, pesisir Kalimantan dan Brunei Darussalam.
Di Brunei, tarian Zapin cukup banyak macamnya seperti rentaknya dan geraknya dan mengikut dari segi sebutannya yaitu dialek orang Brunei zapin lebih dikenali dengan sebutan '"Jipin"'. Berikut ini adalah tarian Zapin di Brunei:
1.   Zapin Laila Sembah (Jipin Laila Sembah)
2.   Zapin Tar (Jipin Tar)

0 komentar: