Feature news

tailor elegant

SERAGAM TARI PIRING



Tari Piring – Selamat datang di tailor elegant yaitu tailor yang khusus membuat dan menerima pesanan baju seragam tari piring khas Sumatra Barat  . Saat ini kita akan mengulas kembali mengenai keindahan salah satu kekayaan kebudayaan negara tercinta kita yaitu tari piring. tari piring merupakan salah satu tarian khas di Sumatra Barat . para penari tari piring senantiasa menampilkan tarian piring lengkap dengan seragam tari piring atau kostumtari piring yang indah dan elegant. keindahan seragam tari piring atau kostum tari piring yang di kenakan para penari tari piring mampu membuat terpesona setiap orang.  maka tak heran di setiap tampilan tari piring selain gerakan gerakan tari piring ada Salah satu keindahan ai  yang menonjol yaitu seragam tari piring atau kostum tari piring yang selalu membuat kita  terpesona , seragam tari piring yang mengandung unsur seni budaya  menarik dan indah.
Seni budaya tari yang menjadi kebanggaan ialah seni tari piring yang menampilkan keindahan dan keunikan budaya indonesia baik dari gerakan gerakan tari piring,musik yang mengiringi  dan juga seragam tari piring atau kostum tari piring yang di gunakan 
Tari piring merupakan tarian yag berasal dari adat khas suku Minangkabau yang sudah terkena di seantero dunia. Tarian piring ini mempunyai keunikan tersendiri ,tari piring sangat beda dengan tari tarian di daerah lain di nusantara,keunikan inilah yang mampu membuat decak kagum setiap orang yang menyaksikannya.
Tari Piring atau dalam bahasa Minangkabau disebut dengan Tari Piriang adalah salah satu seni tari tradisional di Minangkabau yang berasal dari kota Solok, provinsi Sumatera Barat. Tarian ini dimainkan dengan menggunakan piring sebagai media utama.[1] Piring-piring tersebut kemudian diayun dengan gerakan-gerakan cepat yang teratur, tanpa terlepas dari genggaman tangan[2]. Tari Piring merupakan sebuah simbol masyarakat Minangkabau. Di dalam tari piring gerak dasarnya terdiri daripada langkah-langkah Silat Minangkabau atau Silek.[3]

Asal Usul dan Sejarah Tari Piring

 Pada awalnya, tari piring ini merupakan ritual ucapan rasa syukur masyarakat setempat kepada dewa-dewa setelah mendapatkan hasil panen yang melimpah ruah. Ritual dilakukan dengan membawa sesaji dalam bentuk makanan yang kemudian diletakkan di dalam piring sembari melangkah dengan gerakan yang dinamis[4].Tari piring dipercaya telah ada sejak sekitar abad ke 12 Masehi, terlahir dari kebudayaan asli masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat. Perlu diketahui bahwa sebelum masuknya Islam, masyarakat Minangkabau mayoritas masih memeluk agama Hindu, Budha, dan sebagian Animisme.

Masuknya Islam ke tanah Sumatera pada abad ke 14 secara tidak langsung ikut mempengaruhi perkembangan tari piring. Semenjak ajaran Islam mulai dianut oleh mayoritas masyarakat, peruntukan tari piring pun berubah. Tari piring bukan lagi ditujukan sebagai tari persembahan bagi para dewa, melainkan hanya sebagai tontonan bagi masyarakat. Tarian ini dipertunjukan setiap kali ada acara hajatan sebagai hiburan semata.

Dalam perjalanan sejarahnya, tari piring kontemporer mengalami banyak pembaruan, mulai dari musik yang mengiringinya, gerakan, koreografi, hingga komposisi pemain. Adalah Huriman Adam, seorang seniman tanah Minang yang telah berkontribusi besar pada kepopuleran tari ini di masa kini. 


Gerakan Tari Piring

Gerakan gerakan dalam Tari Piring adalah perpaduan yang laras antara seni tari yang indah, gerakan akrobatis, dan gerakan bermakna magis. Gerakan pada tarian piring yang dibawakan secara berkelompok oleh 3-5 personil ini sangat beragam. Keindahan grakan-gerakan tersebut secara keseluruhan sebetulnya menceritakan tentang tahapan-tahapan kegiatan dalam budidaya tanaman padi yang menjadi mata pencaharian masyarakat adat Minang tempo dulu

Keindahan gerakan gerakan pada tari piring ada 20 gerakan, 20 gerakan tari piring  harus mampu dibawakan para penari untuk dapat mempertunjukan tari piring yang sempurna. Keduapuluh gerakan tersebut antara lain:
  1. Gerak pasambahan; gerakan yang dibawakan oleh para penari pria ini adalah gerakan pembuka tari piring. Gerakan ini memiliki makna sebagai wujud syukur kepada Allah swt dan bentuk permohonan penari pada para penonton yang menyaksikan, supaya tidak merusak jalannya pertunjukan.
  2. Gerak singanjuo lalai; gerakan yang dibawakan oleh para penari wanita ini sangat lemah lembut melambangkan suasana pagi yang sejuk.
  3. Gerak mencangkul; gerakan tari piring yang menceritakan sekumpulan petani yang tengah mengolah tanah sawahnya.
  4. Gerak menyiang; gerakan ini menceritakan aktivitas para petani saat tengah menyiangi atau membersihkan rerumputan di sawah mereka.
  5. Gerak membuang sampah; gerakan ini menceritakan kegiatan para petani yang tengah membuang sisa-sisa sampah hasil menyiangi yang ia lakukan sebelumnya.
  6. Gerak menyemai; gerakan ini menceritakan para petani yang tengah menyemai benih padi yang akan ditanam.

Selain keenam gerakan tersebut, ada 14 gerakan lain yang harus dilakukan oleh para penari. Gerakan-gerakan tersebut antara lain gerak memagar, gerak mencabut benih,  gerak bertanam, gerak melepas lelah, gerak mengantar juadah, gerak menyabit padi, gerak mengambil padi, gerak manggampo padi, gerak menganginkan padi, gerak mengirik padi, gerak menumbuk padi, gotong royong, gerak menampih padi, dan gerak menginjak pecahan kaca. Keseluruh gerakan tersebut dapat dilihat pada video berikut ini.

Iringan Musik Tari Piring

gerakan gerakan indah yang berjumlah 20 gerakan pada tari piring di atas dilakukan dengan tempo cepat dengan diiringi iringan musik berirama  syahdu yang menggambarkan rasa kebersamaan, kegembiraan, dan semangat.

Alat musik yang  mengIringi di dalam tari piring sendiri berasal dari 2 alat musik, yaitu talempong dan saluang. Talempong adalah alat musik pukul yang terbuat dari kayu, kuningan, atau batu. Bentuknya mirip seperti bonang, sedangkan saluang adalah alat musik tiup yang terbuat dari bambu tipis mirip seperti suling. Selain dengan iringan kedua alat musik tersebut, tari piring juga diiringi dengan suara gemerincing cincin yang dikenakan para penarinya.

Kostum Penari Piring

Seragam tari piring atau kostum tari piring merupakan perengkapan wajib setiap penari Ketika menari, para penari wajib mengenakan seragam tari piring atau kostum tari piring  khusus. Seragam tari piring atau Kostum tari piring untuk pria dan wanita ini dijelaskan seperti pada tabel berikut.

Kostum Penari PriaKostum Penari Wanita
  • Busana rang Mudo, berupa baju berlengan lebar yang dihiasi dengan renda emas.
  • Saran galembong, celana berukuran besar di bagian tengahnya khusus untuk tari piring.
  • Sisamping, kain songket yang dililitkan di pinggang hingga lutut.
  • Cawek pinggang, ikat pinggang yang terbuat dari kain songket.
  • Deta atau destar, yaitu penutup kepala berbentuk segitiga yang dibuat dari kain songket khas pria Minangkabau.
  • Baju kurung yang terbuat dari kain beludru dan kain satin.
  • Kain songket.
  • Selandang songket yang dipasang di badan bagian kiri.
  • Tikuluak tanduak balapak yaitu penutup kepala khas wanita Minangkabau yang terbuat dari bahan songket dengan bentuk menyerupai tanduk kerbau.
  • Aksesoris lain berupa anting, kalung gadang, dan kalung rambai.

Untuk seragam tari piring atau kostum tari piring bisa anda pesan di tailor elegant . Tailor elegant sudah berpengalaman dalam pembuatan seragam tari piring atau kostum tari piring ,proses pembuatan yang rapi dan bahan berkwalitas . kami sudah terbukti amanah  . Untuk info lebih lanjut silahkan hubungi WA 081390228412




Learn more »

SERAGAM TARI PAKARENA


Tari Pakarena adalah tarian tradisional dari Sulawesi Selatan.Tarian pakarena ini di  biasanya diiringi oleh 2 (dua) kepala drum (gandrang) dan sepasang instrument alat semacam suling (puik-puik)[1]. Salah satu tarian pakarena yang lain yang selama ini dimainkan oleh maestro tari pakarena Maccoppong Daeng Rannu (alm) di kabupaten Gowa adalah tarian pakarena Gantara , Tarian pakarena Gentra ini merupakan jenis tari pakarena lain yang berasal dari Kabupaten Kepulauan Selayar. Tari Pakarena Gantarang Disebut sebagai Tari Pakarena Gantarang karena tarian ini berasal dari sebuah perkampungan yang merupakan pusat kerajaan di Pulau Selayar pada masa lalu yaitu Gantarang Lalang Bata. Tarian yang dimainkan oleh kurang lebih empat orang penari perempuan ini pertama kali ditampilkan pada abad ke 17 tepatnya tahun 1903 saat Pangali Patta Raja dinobatkan sebagai Raja di Gantarang Lalang Bata[2].

Meskipun demikian sampai sekarang belum ada data kongkrit yang menyebutkan sejak kapan tarian ini ada dan siapa yang menciptakan Tari Pakarena Gantarang ini . namun demikian masyarakat meyakini bahwa Tari Pakarena Gantarang memiki ke terkaitan dengan kemunculanya Tumanurung. Tumanurung merupakan bidadari yang turun dari langit untuk untuk memberikan petunjuk kepada manusia di bumi. Petunjuk yang diberikan bidadari tersebut berupa symbol – simbol berupa gerakan kemudian oleh masyarakat gerakan gerakan ini di fahami dan di kenal sebagai Tari Pakarena Gantarang, sesuai seperti apa yang di tuturkan oleh Seorang penari Tari Pakarena dari makasar yang bernama Munasiah Nadjamuddin  . Wanita yang sering disapa Mama Jinne ini mengatakan bahwa Tari Pakarena berawal dari kisah perpisahan penghuni botting langi (Negeri Kayangan) dengan penghuni lino (bumi) zaman dahulu.   Sebelum berpisah, botting langi terlebih dahulu mengajarkan tentang tata cara hidup, cara berburu, dan cara bercocok tanam pada penghuni lino. Cara–cara tersebut diajarkan melalui gerakan–gerakan tangan, kaki, dan badan. Gerakan ini yang kemudian dipercaya sebagai tarian ritual sebagai ucapan syukur oleh para penduduk bumi untuk penghuni langit. Oleh sebab itu, tidak mengherankan jika gerakan dalam tarian tradisional ini begitu artistik, penuh makna, halus, dan sulit dibedakan antara satu dengan yang lainnya.    

Pada Tarian Pakarena Tak mengherankan jika gerakan dari tarian ini sangat artistik dan sarat makna fiosofi halus bahkan sangat sulit dibedakan satu dengan yang lainnya. Tarian ini terbagi dalam 12 bagian. Setiap gerakan-gerakan memiliki makna khusus. Posisi duduk, menjadi pertanda awal dan akhir Tarian Pakarena. Gerakan berputar yang mengikuti arah jarum jam, menunjukkan siklus kehidupan manusia yang terus selalu berputar. Sementara gerakan naik turun, tak ubahnya meambangkan cermin irama kehidupan tidak pernah mulus yang menggambarkan kehidupan manusi yang ada kalanya ada di bawah ada kalanya ada di atas . 
Biasanya setiap tarian ada aturan gerakan untuk pemainnya,aturan mainnya tari pakarena adalah seorang penari Pakarena tidak diperkenankan membuka matanya terlalu lebar. Demikian pula dengan gerakan kaki, tidak boleh diangkat terlalu tinggi. Aturan seperti ini berlaku sepanjang tarian berlangsung yang memakan waktu sekitar dua jam. Tari Pakarena Gantarang diiringi alat music berupa gendang, kannong-kannong, gong, kancing dan pui-pui. Para penari menggunakan kostum berupa baju pahang (baju khas tenunan tangan suawesi selatan), lipa’ sa’be (sarung sutra khas Sulawesi Selatan), dan perhiasan-perhiasan khas Kabupaten Selayar. Tahun 2007, Tari Pakarena Gantarang mewakili Sulawesi Selatan dan Indonesia pada Acara Jembatan Budaya 2007 Indonesia–Malaysia di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC).

Para penari pakarena harus perempuan karena pada dasarnya tarian tradisiona ini mencerminkan karakteristik perempuan Gowa yang santun ,embut,setia dan patuh. Para penari memakai berkostum yang cerah seperti warna merah ,hijau,kuning dan putih yang sangat indah.seain kostum cerah dan indah penari juga di lengkapi dengan aksesoris khas yang di bawa saat menari yaitu berupa kipas tangan yang berukuran besar tak cukup itu para penari ini di hiasi dengan perlengkapan berupa sanggul,gelang dan kalung sebagai perhiasan yang melengkapi keindahan,keanggunan dan kecantikan penari.  


ini asli bisnis pembuatan baju tari saman bukan tipu tipu
semua pemesanan P.O 
kami tidak menyetok guna menjaga kwalitas baju
pemesanan minim 12 setel baju

Untuk informasi pemesanan baju tari saman lebih lanjut silahkan:


Hubungi :081390228412
atau : tailorelegant@yahoo.com
PIN : 578AA5AF 






Learn more »

SERAGAM TARI ZAPIN





Tari zapin adalah sebuah tari tradisional khas Riau yang dianggap sebagai buah akulturasi budaya Arab dan budaya Melayu di masa silam. Tarian ini merupakan tari berpasangan yang dipentaskan dalam beragam acara hiburan rakyat. Bukan hanya di Riau, tari zapin juga dikenal oleh sebagian masyarakat Melayu yang tersebar lintas pulau hingga lintas negara, seperti Kalimantan, Sumatera, Malaysia, Singapura, hingga Brunai Darussalam. Populernya tari zapin dalam komunitas masyarakat Melayu tidak lepas dari nilai hiburan dan estetika yang dimiliki setiap gerakannya.


Gerakan tari Zapin Melayu terbagi atas 3 bagian utama, yaitu gerak pembuka (salam), gerak inti, dan gerak penutup (tahto). Jika dirinci kembali, ketiga bagian utama tersebut terbagi lagi kedalam 19 gerakan yang antara lain gerak hormat pembukaan, gerak sembah, gerak alip biasa, gerak bunga alip, gerak pusing, gerak siku keluang, gerak sud mundur, gerak pecah delapan, gerak sud mundur, gerak pecah delapan, gerak geliat, gerak pusing jadi, gerak tongkah, gerak ayam patah, gerak seribut, gerak pecah delapan sud, gerak minta tahto, gerak tahto, dan diakhiri dengan gerak sembah kembali.






Ada 2 elemen yang mengiringi pertunjukan tari Zapin. Keduanya yaitu tetabuhan alat musik dan syair melayu yang dinyanyikan sebagai pesan moral. Khusus untuk tari Zapin yang murni berasal dari budaya Arab, hanya ada 2 alat musik yang digunakan untuk mengiringinya, yaitu Marwas dan Gambus. Sementara tari zapin yang telah mengalami akulturasi dan perkembangan kerap ditampilkan dengan iringan orkestra beberapa alat musik, seperti gambus, akordeon, rebana, gendang, gitar, dan marwas. Adapun untuk syair lagu yang dinyanyikan untuk mengiringi tarian ini umumnya adalah lagu-lagu yang diciptakan oleh Tengku Mansor seperti Lagu Ya Salam, Gambus Palembang, Tanjung Serindit, Sri Pekan, Yale-Yale, Lancang Kuning, dan Lancang Daik. Sebelum lagu yang diciptakan Tengku Mansor tersebut ada, tari zapin kerap diiringi oleh lagu-lagu yang telah lama ada, seperti Pulut Hitam, Nasib Lancang Kuning, Bismillah, Lancing Balai, Anak Ayam Patah, Sanaah, Saying Sarawak, Zapin Asli, Gendang Rebana, dan lain lain. Lagu-lagu inilah yang menjadi sumber pesan moral dalam pertunjukan tari Zapin. 4. Setting Panggung Sebelum tahun 1960-an tari Zapin sebetulnya hanya boleh dipentaskan oleh para pria secara berkelompok. Namun, seiring perkembangannya, tarian ini lahir ke dalam beberapa versi. Salah satu yang paling populer misalnya versi tari berpasangan antara penari pria dan penari wanita. Dalam pertunjukannya sendiri, jumlah penari yang ada dalam satu panggung tidak dibatasi.
Di Kalimantan Barat, tari Zapin lebih dikenal dengan nama tari Jepin. Tari Jepin merupakan salah satu dari lima kesenian yang hingga saat ini masih sering dipentaskan oleh masyarakat Kalimantan Barat. Keempat kesenian lainnya adalah Tanjidor, Tari Dayak, Tari Melayu, dan Barongsai. Tari Jepin dapat dibedakan menjadi dua kategori besar, yaitu Jepin tradisional dan Jepin modern. Tari Jepin tradisional sendiri masih dapat dibagi lagi menjadi empat jenis, yaitu Jepin Massal, Jepin Tali, Jepin Tembung, dan Jepin Lembut. Sementara itu, Jepin modern memiliki kreasi yang sangat beragam. Adapun jenis tari Jepin yang lebih sering dipentaskan dan dilombakan hingga saat ini ialah tari Jepin Lembut.

Zapin berasal dari bahasa arab yaitu "Zafn" yang mempunyai arti pergerakan kaki cepat mengikut rentak pukulan. Diperkirakan berasal tarian khusus di kalangan istana kasultanan dari Yaman timur tengah di masa silam, Zapin merupakan khazanah tarian rumpun Melayu yang mendapat pengaruh Arab. Tarian tradisional ini bersifat edukatif dan sekaligus menghibur, digunakan sebagai media dakwah Islamiyah melalui syair lagu-lagu zapin yang didendangkan.


Musik pengiringnya terdiri atas dua alat yang utama yaitu alat musik petik gambus dan tiga buah alat musik tabuh gendang kecil yang disebut marwas. Sebelum tahun 1960 tepatnya pada abad 16 para saudagar arab memperkenalkan tarian ini di sekitar selat malaka.Tarian ini kemudian mengalami alkulturasi dengan budaya lokal dengan menyisipkan nilai dan norma melayu dalam setiap gerakannya. Tarian Zapin awanya hanya ditarikan oleh penari laki-laki namun kini sudah biasa ditarikan oleh penari perempuan bahkan penari campuran laki-laki dengan perempuan.

Tari Zapin sangat ragam gerak tarinya, walaupun pada dasarnya gerak dasar zapin-nya sama. Setiap gerakan Tarian zapin mengandung filosofi yang berkaitan erat dengan poa hidup masyarakat meayu .meskipun tarian zapin awal hanya sekedar hiburan semata namun pada perkembangannya tarian zapin menjadi ikon kemanjuan kebudayaan melayu Riau. Kentalnya pengajaran dalam setiap irik dan syair dalam tarian zapin yang mengandung nilai nilai pendidikan dan keagamaan menjadikan ciri khas tersendiri yang menyatu dengan kebudayaan melayu. Tarian zapin biasanya ditarikan oleh para penari - penari yang berasal dari rakyat di pesisir timur dan barat Sumatera, Semenanjung Malaysia, Sarawak, Kepulauan Riau, pesisir Kalimantan dan Brunei Darussalam.
Di Brunei, tarian Zapin cukup banyak macamnya seperti rentaknya dan geraknya dan mengikut dari segi sebutannya yaitu dialek orang Brunei zapin lebih dikenali dengan sebutan '"Jipin"'. Berikut ini adalah tarian Zapin di Brunei:
1.   Zapin Laila Sembah (Jipin Laila Sembah)
2.   Zapin Tar (Jipin Tar)


ini asli bisnis pembuatan baju tari saman bukan tipu tipu
semua pemesanan P.O 
kami tidak menyetok guna menjaga kwalitas baju
pemesanan minim 12 setel baju

Untuk informasi pemesanan baju tari saman lebih lanjut silahkan:


Hubungi :081390228412
atau : tailorelegant@yahoo.com
PIN : 578AA5AF 



Learn more »

SERAGAM TARI MERAK


Tari merak merupakan tarian yang berasal dari daerah pasundan yaitu Jawa Barat. Tari Merak merupakan salah satu ragam tarian kreasi baru yang mengekspresikan kehidupan binatang, yaitu burung merak. Tata cara dan geraknya diambil dari kehidupan merak yang diangkat ke pentas oleh Seniman Sunda Raden Tjetje Somantri.[1][2]

Tari Merak juga merupakan tarian kontemporer. Maksudnya adalah tarian merak ini diciptakan dengan berbagai gerakan kreasi sendiri atau bebas. Tari merak ini tidak mengandung tarian tradisional klasik maupun tari tradisional rakyat. Tarian merak menggambarkan tentang seekor burung Merak yaitu binatang sebesar ayambulunya halus dan dikepalanya memiliki seperti mahkota.[3] 
Kehidupan merak yang selalu mengembangkan bulu ekornya agar menarik burung merak wanita yang menginspirasikan sejarahwan sekaigus kreografer bernama R. Tjetje Somantri pada tahun 1950 anmenciptakan  tari Merak ini.[2] 
Dalam pertunjukannya, ciri bahwa itu merupakan tari merak adalah terlihat dari pakaian yang dipakai penarinya memiliki motif seperti bulu merak. Kain dan bajunya menggambarkan bentuk dan warna bulu-bulu merak; hijau biru dan/atau hitam.[2] Ditambah lagi sepasang sayapnya yang melukiskan sayap atau ekor merak yang sedang dikembangkan. Gambaran merak akan jelas dengan memakai mahkota yang dipasang di kepala setiap penarinya. [2]





               



costum pakaian tari merak lengkap

Tarian ini biasanya ditarikan berbarengan, biasanya tiga penari atau bisa juga lebih yang masing-masing memiliki fungsi sebagai wanita dan laki-lakinya.[2] Iringan lagu gendingnya yaitu lagu Macan Ucul. Dalam adegan gerakan tertentu terkadang waditra bonang dipukul di bagian kayunya yang sangat keras sampai terdengar kencang, itu merupakan bagian gerakan sepasang merak yang sedang bermesraan.[2]
 
 topi tari merak engkap berbahan kulit

topi tari merak yang berbahan busa 


Dari sekian banyaknya tarian yang diciptakan oleh Raden Tjetje Somantri, mungkin tari Merak ini merupakan tari yang terkenal di Indonesia dan luar negeri.[2] Tidak heran kalau seniman Bali juga, di antaranya mahasiswa Denpasar menciptakan tari Manuk Rawa yang konsep dan gerakannya hampir mirip dengan tari Merak.[2]



Sesuai dengan namanya, tari merak merupakan implementasi dari kehidupan seekor burung merak. Gerakannya diambil dari tingkah laku burung merak jantan ketika ingin memikat burung merak betina.Gerakan burung merak jantan yang memperlihatkan keindahan bulu ekornya pada saat ingin menarik perhatian burung merak betina terlihat jelas dalam tarian merak ini.Seiring berjalannya waktu, tari merak Jawa Barat telah mengalami beberapa perubahan mulai dari gerakan aslinya. Dalam pertunjukannya, biasanya tari merak ditampilkan dengan cara berpasang-pasangan.Masing-masing berperan sebagai burung merak jantan dan burung merak betina. Dengan musik pengiring gending macan ucul, maka penari mulai menggerakan tubuhnya dengan gemulai layaknya tingkah laku burung merak.Gerakan merak yang sangat indah dan mempesona membuat suasana penuh keceriaan dan keistimewaan tersendiri.Sehingga tidak heran jika tari merak sering sekali digunakan untuk menyambut pasangan pengantin pria atau sebagai hiburan untum tamu dalam acara pernikahan.Selain itu, tarian merak juga banyak dipertunjukkan dalam event-event baik yang bertaraf nasional maupun event yang bertaraf internasional. Hal ini dikarenakan keindahan gerakan dari tarian merak itu sendiri.



selain itu harga yang Tailor Elegant tawarkan relatif MURAH dan jahitan tetep menjaga KWALITAS.
INI MURNI BISNIS BUKAN PENIPUAN
UNTUK PEMESANAN SILAHKAN .

Hubungi :081390228412
atau : tailorelegant@yahoo.com
PIN : 578AA5AF
  • pemesanan minim 12 setel atau picss
  • maaf kami tidak menyetok barang demi menjaga kwalitas barang
  • semua pemesanan P.O

Learn more »

tailorelegant